Urungkan Niat, Hamas Akan Bebaskan Sandera Israel Sabtu Besok
GAZA, iNews.id - Hamas mengurungkan niat untuk menunda pembebasan sandera Israel berikutnya yang berlangsung pada Sabtu (15/2/2025). Nama-nama ketiga sandera yang dibebaskan rencananya akan diserahkan kepada Israel pada Jumat (14/2/2025).
Hamas menyatakan akan membebaskan sandera Israel sesuai rencana setelah mediator Mesir dan Qatar berjanji untuk menyingkirkan hambatan terkait pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata Gaza.
Keputusan untuk menunda pembebasan sandera disampaikan Hamas pada Senin lalu karena Israel melanggar kesepakatan gencatan senjata, termasuk membunuh warga sipil serta menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.
“Jika Israel tidak mematuhi ketentuan perjanjian, proses pertukaran tahanan tidak akan terjadi,” kata Juru Bicara Hamas Abdul Latif Al Qanoua, kepada Anadolu.
Brutal! Pasukan Israel Bunuh 92 Warga Gaza sejak Gencatan Senjata
“Hamas berkomitmen terhadap apa yang telah dicapai, namun tidak akan menerima pelanggaran Israel yang dapat mengganggu proses pertukaran,” ujarnya, menegaskan.
Sementara itu kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membantah ada kesepahaman dengan Hamas untuk membebaskan para sandera seperti direncanakan.
Israel Langgar Kesepakatan Gencatan Senjata, Hamas Tunda Pembebasan Sandera
Hanya saja, stasiun televisi Israel KAN, mengutip sumber pemerintah, mengonfirmasi telah ada kesepahaman yang dicapai dengan Hamas mengenai pelaksanaan perjanjian gencatan senjata.
Menurut laporan KAN, saat Netanyahu melakukan pembicaraan keamanan dengan para pejabat tinggi, Israel masih berharap untuk menerima daftar tiga sandera yang akan dibebaskan.
Berdasarkan fase pertama kesepakatan gencatan senjata yang berlangsung 42 hari, Hamas akan membebaskan 33 sandera Israel. Sebagai imbalannya Israel akan membebaskan sekitar 1.000 tahanan Palestina. Sejauh ini Hamas telah membebaskan 16 warga Israel dan lima pekerja Thailand.
Editor: Anton Suhartono