Upaya Kudeta Kembali Terjadi, 11 Orang Tewas
Embalo meyakinkan bahwa situasi di Guinea-Bissau di bawah kendali pemerintah. Dia menggambarkan upaya kudeta sebagai serangan terhadap demokrasi yang dikaitkan dengan "pekerjaan elemen terisolasi" yang terkait dengan perdagangan narkoba.
Ketua Komisi Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat, dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut.
Laporan media pada Rabu (2/2/2022) mengatakan, kepala mata-mata telah meluncurkan penyelidikan untuk membantu mengidentifikasi para penyerang.
Tentara berpatroli di jalan-jalan, tetapi bisnis telah kembali beroperasi. Sebuah komisi penyelidikan juga telah dibentuk.
Guinea-Bissau telah mengalami sembilan kudeta dan percobaan kudeta sejak kemerdekaannya dari Portugal pada tahun 1974.
Selama lebih dari empat dekade, tidak ada kepala negara terpilih yang menyelesaikan masa jabatan lima tahun. Hingga Jose Mario Vaz menyelesaikan masa jabatan penuhnya pada Juni 2019.
Pada tahun 2009, Presiden Joao Bernardo Vieira dibunuh dalam apa yang dikatakan sebagai serangan balas dendam. Pelaku yakni tentara yang membalas dendam atas pembunuhan kepala tentara negara yang bertentangan dengan Vieira.
Editor: Umaya Khusniah