Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta
Advertisement . Scroll to see content

Upaya Kudeta Kembali Terjadi, 11 Orang Tewas 

Kamis, 03 Februari 2022 - 13:51:00 WIB
Upaya Kudeta Kembali Terjadi, 11 Orang Tewas 
Percobaan kudeta oleh kelompok tak dikenal kembali terjadi di Guinea-Bissau, Afrika Barat. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BISSAU, iNews.id - Percobaan kudeta oleh kelompok tak dikenal kembali terjadi di Guinea-Bissau, Afrika Barat. Sebanyak 11 orang tewas dalam peristiwa itu. 

Kudeta terjadi selama lima jam pada Selasa (1/2/2022) malam. Mereka berupaya menggulingkan Presiden Guinea-Bissau, Umaro Sissoco Embalo. 

Presiden Embalo mengecam apa yang dia gambarkan sebagai serangan “kekerasan dan barbar” yang bertujuan untuk menjatuhkan kepala negara.

Menteri Pariwisata sekaligus juru bicara pemerintah, Fernado Vaz mengatakan, korban tewas yakni pasukan militer, paramiliter, empat warga sipil, termasuk seorang pejabat senior dari Kementerian Pertanian. 

Vaz mengatakan, percobaan kudeta itu direncanakan dan dilakukan oleh orang-orang dengan motif tersembunyi. Mereka didukung oleh orang-orang dengan kemampuan finansial.

Tembakan keras terdengar di dekat Istana Presiden di Bissau pada Selasa malam. Hal itu mengarah pada laporan tentang upaya kudeta di negara dengan sejarah pengambilalihan militer.

Tidak jelas apakah para penyerang merupakan anggota pasukan keamanan. Namun laporan mengindikasikan Embalo dan Perdana Menteri, Nuno Gomes Nabiam sedang mengadakan rapat Kabinet di gedung tersebut pada saat itu.

Embalo meyakinkan bahwa situasi di Guinea-Bissau di bawah kendali pemerintah. Dia menggambarkan upaya kudeta sebagai serangan terhadap demokrasi yang dikaitkan dengan "pekerjaan elemen terisolasi" yang terkait dengan perdagangan narkoba.

Ketua Komisi Uni Afrika, Moussa Faki Mahamat, dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut.

Laporan media pada Rabu (2/2/2022) mengatakan, kepala mata-mata telah meluncurkan penyelidikan untuk membantu mengidentifikasi para penyerang.

Tentara berpatroli di jalan-jalan, tetapi bisnis telah kembali beroperasi. Sebuah komisi penyelidikan juga telah dibentuk.

Guinea-Bissau telah mengalami sembilan kudeta dan percobaan kudeta sejak kemerdekaannya dari Portugal pada tahun 1974.

Selama lebih dari empat dekade, tidak ada kepala negara terpilih yang menyelesaikan masa jabatan lima tahun. Hingga Jose Mario Vaz menyelesaikan masa jabatan penuhnya pada Juni 2019.

Pada tahun 2009, Presiden Joao Bernardo Vieira dibunuh dalam apa yang dikatakan sebagai serangan balas dendam. Pelaku yakni tentara yang membalas dendam atas pembunuhan kepala tentara negara yang bertentangan dengan Vieira.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut