Pada September 2022, Zelensky mengumumkan bahwa Ukraina mengajukan proposal untuk bergabung dengan NATO lewat jalur cepat.
Zelensky: Bilang ke Putin, Jenderal Ukraina dalam Mood yang Baik untuk Bertempur!
Menanggapi permintaan Kiev itu, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menegaskan kembali bahwa adalah hak setiap negara untuk menentukan jalannya sendiri. NATO, kata dia, sampai hari ini tetap menjalankan kebijakan “pintu terbuka” bagi negara mana pun yang mau bergabung dalam pakta pertahanan itu. Stoltenberg juga mencatat bahwa NATO akan memusatkan upayanya untuk membantu Ukraina mempertahankan diri.
Juru Bicara Istana Presiden Rusia (Kremlin), Dmitry Peskov mengatakan, Moskow terus memantau situasi ini dengan cermat. Apalagi, ambisi Kiev untuk bergabung aliansi militer pimpinan Amerika Serikat itu memang menjadi salah satu alasan dimulainya agresi militer Rusia di Ukraina tahun lalu.
Kremlin Sebut Eropa Sadar Risiko Ukraina Gabung NATO: Timbulkan Masalah Bertahun-tahun
Wakil Sekretaris Jenderal NATO Mircea Geoana pada Sabtu kemarin mengatakan, saat ini belum ada konsensus dalam NATO mengenai masuknya Ukraina ke dalam aliansi tersebut.
Editor: Ahmad Islamy Jamil