UEA dan China Desak Dewan Keamanan PBB Adakan Pertemuan terkait Insiden Masjid Al-Aqsa
“Kami sangat prihatin dengan tindakan apa pun yang dilakukan secara sepihak yang berpotensi memperparah ketegangan, karena kami justru ingin melihat keadaan yang sebaliknya terjadi,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.
“Amerika Serikat selalu mendukung pelestarian sejarah status quo sehubungan dengan situs-situs suci di Yerusalem,” ujarnya.
Jubir Deplu AS itu menambahkan, setiap tindakan sepihak yang meremehkan status quo tersebut "tidak dapat diterima".
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid al-Aqsa berada, selama perang Arab Israel pada 1967. Israel mencaplok seluruh kota tersebut pada 1980 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Editor: Ahmad Islamy Jamil