Produk Plastik Murah China Banjiri Indonesia, Industri Mulai Kurangi Jam Operasional
JAKARTA, iNews.id - Produk bahan baku plastikimpor asal China dengan harga murah membanjiri pasar Indonesia dan menekan industri petrokimia nasional. Hal ini berdampak terhadap sejumlah perusahaan yang mengurangi jam operasional karena margin keuntungan menyusut.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono mengatakan, kondisi ini harus segera direspons pemerintah melalui kebijakan pengamanan perdagangan agar industri hulu tidak semakin kehilangan daya saing.
"Impor bahan baku plastik PE, PP, PVC, dan PET dari China kenaikannya cukup tinggi secara volume. Mereka juga banting harga sehingga produknya lebih murah dibandingkan yang lain," ucap Fajar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Fajar menambahkan, tekanan ini mulai dirasakan produsen petrokimia nasional karena ruang untuk mempertahankan margin keuntungan semakin menyempit. Di saat yang sama, industri juga masih dibayangi tingginya biaya energi yang membuat daya saing semakin tertekan.
"Kalau tidak segera diambil kebijakan, utilisasi industri hulu akan turun. Untuk PET dan PVC kami terpaksa ekspor dengan margin yang sangat tipis, sehingga terus menggerus keuntungan perusahaan. Ditambah lagi kepastian HGBT belum jelas dan harga gas non-HGBT sekitar 13 dolar AS per MMBtu sangat mengganggu daya saing industri," tuturnya.