Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cerita Pramono Ditegur Istri gegara Aturan Pilah Sampah, Diingatkan Cuci Plastik Sambal
Advertisement . Scroll to see content

Produk Plastik Murah China Banjiri Indonesia, Industri Mulai Kurangi Jam Operasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:07:00 WIB
Produk Plastik Murah China Banjiri Indonesia, Industri Mulai Kurangi Jam Operasional
Ilustrasi kelangkaan plastik imbas penutupan selat Hormuz. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Produk bahan baku plastikimpor asal China dengan harga murah membanjiri pasar Indonesia dan menekan industri petrokimia nasional. Hal ini berdampak terhadap sejumlah perusahaan yang mengurangi jam operasional karena margin keuntungan menyusut.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiono mengatakan, kondisi ini harus segera direspons pemerintah melalui kebijakan pengamanan perdagangan agar industri hulu tidak semakin kehilangan daya saing.

"Impor bahan baku plastik PE, PP, PVC, dan PET dari China kenaikannya cukup tinggi secara volume. Mereka juga banting harga sehingga produknya lebih murah dibandingkan yang lain," ucap Fajar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Fajar menambahkan, tekanan ini mulai dirasakan produsen petrokimia nasional karena ruang untuk mempertahankan margin keuntungan semakin menyempit. Di saat yang sama, industri juga masih dibayangi tingginya biaya energi yang membuat daya saing semakin tertekan.

"Kalau tidak segera diambil kebijakan, utilisasi industri hulu akan turun. Untuk PET dan PVC kami terpaksa ekspor dengan margin yang sangat tipis, sehingga terus menggerus keuntungan perusahaan. Ditambah lagi kepastian HGBT belum jelas dan harga gas non-HGBT sekitar 13 dolar AS per MMBtu sangat mengganggu daya saing industri," tuturnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut