Turki: Israel Tak Ingin Ada Perdamaian
ANKARA, iNews.id - Pemerintah Turki menilai Israel tidak menginginkan adanya perdamaian dalam konflik dengan Iran. Bahkan, Turki menuding Israel membujuk Amerika Serikat (AS) agar menolak setiap upaya gencatan senjata, sehingga perang berpotensi terus berlanjut.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Hakan Fidan, secara tegas menyatakan bahwa sikap Israel menunjukkan upaya sistematis untuk memperpanjang konflik. Ia menilai kebijakan tersebut mencerminkan keengganan Israel terhadap penyelesaian damai.
“Israel mengejar kebijakan untuk memperpanjang perang selama mungkin guna menimbulkan kerusakan maksimal terhadap Iran,” ujar Fidan dalam wawancara dengan stasiun televisi TRT Haber, dikutip Minggu (22/3/2026).
Fidan juga menegaskan bahwa dalam situasi saat ini, Israel tidak memiliki keinginan untuk mencapai perdamaian. Menurutnya, langkah-langkah yang diambil justru bertujuan menggagalkan peluang gencatan senjata dalam waktu dekat.
Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran dalam 48 Jam jika Selat Hormuz Tak Dibuka
Turki menilai peran AS menjadi faktor kunci dalam menentukan arah konflik di kawasan Teluk Persia. Fidan menyebut ada asumsi kuat bahwa perang masih akan berlangsung setidaknya 2 hingga 3 pekan ke depan, tergantung pada sikap Washington.
“Ada asumsi bahwa perang di Teluk Persia akan berlangsung 2 hingga 3 minggu lagi. Tidak diragukan lagi, faktor penentunya adalah sikap AS,” katanya.
Israel Panik Rudal-Rudal Iran Leluasa Menari di Langit, Larang Warga Berkumpul