Trump Sesumbar Iran Mudah Dikalahkan dalam Perang
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan perang melawan Iran akan mudah dimenangkan jika benar-benar terjadi. Pernyataan itu sekaligus membantah laporan sejumlah media yang menyebut Departemen Pertahanan (Pentagon) khawatir menghadapi konflik berkepanjangan dengan Teheran.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menegaskan pemberitaan soal potensi perang terhadap Iran tidak akurat dan dinilai sengaja dibesar-besarkan. Dia membantah laporan dari beberapa media yakni Axios, The Washington Post, dan The Wall Street Journal yang menyebut Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine memperingatkan risiko perang jangka panjang melawan Iran.
Trump menegaskan Caine siap perang, bahkan akan memenagkan pertempuran melawan Iran dengan mudah.
“Dia tidak pernah berbicara tentang tidak menyerang Iran atau bahkan serangan terbatas palsu seperti yang saya baca. Dia hanya tahu satu hal, bagaimana menang dan, jika diperintah untuk melakukan, dia akan memimpin,” tulis Trump.
Pemimpin Oposisi Israel Serukan Serang Ladang Minyak Iran, Tumbangkan Rezim Khamenei
“Semua tentang potensi perang terhadap Iran ditulis secara tidak benar, dan memang sengaja demikian,” katanya, lagi.
Bantah Kekhawatiran Jenderal AS
Melunak, Iran Siap Lakukan Apa pun Capai Kesepakatan Nuklir dengan AS
Menurut Trump, sang jenderal tidak pernah menyarankan untuk menghindari serangan. Sebaliknya, dia menyebut Caine siap memimpin dan tahu bagaimana memenangkan perang jika diperintahkan.
Meski sesumbar soal kemenangan mudah, Trump tetap mengaku lebih mengutamakan jalur diplomasi. Namun dia memperingatkan, jika kesepakatan tidak tercapai, Iran akan menghadapi konsekuensi besar.
“Saya lebih suka ada kesepakatan daripada tidak. Tapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sayangnya, bagi rakyatnya,” ujarnya.
Pada 20 Februari lalu, Trump bahkan sempat mempertimbangkan serangan terbatas terhadap Iran sembari memberi waktu 15 hari bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan nuklir baru.