Trump Senyum-Senyum Dijanjikan Nominasi Nobel Perdamaian oleh Musuh Bebuyutan Hillary Clinton
Trump Balas Santai
Alih-alih tersinggung atau membalas sinis, Trump justru menyambut tawaran itu dengan nada ringan. “Sangat baik. Saya mungkin harus mulai menyukainya lagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Komentar itu memancing spekulasi bahwa Trump akan mencoba menggunakan isu perdamaian Ukraina sebagai senjata politik, terutama untuk meredam kritik yang kerap menudingnya terlalu dekat dengan Putin.
Musuh Lama, Kesempatan Baru
Hubungan Hillary dan Trump identik dengan permusuhan politik sejak Pilpres AS 2016. Saat itu keduanya bertarung untuk posisi tertinggi di Gedung Putih dan Trump memenangkannya.
Namun tawaran nominasi Nobel ini menambah babak baru dalam rivalitas mereka.
Banyak analis menilai, jika Trump benar-benar berhasil mendamaikan Rusia-Ukraina sesuai syarat Hillary, itu bukan hanya kemenangan diplomasi, tapi juga kejutan terbesar dalam sejarah hubungan keduanya.
“Ironisnya, musuh bebuyutan Trump justru bisa jadi pintu masuknya ke panggung Nobel Perdamaian,” tulis seorang kolumnis politik AS.
Editor: Anton Suhartono