Trump Sebut Putin bakal Hentikan Serangan ke Kiev selama Seminggu
KIEV, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk menghentikan serangan terhadap kota-kota besar Ukraina, termasuk ibu kota Kiev, selama seminggu. Hal ini karena negara tersebut bergulat dengan penurunan suhu musim dingin yang drastis.
Trump menyampaikan klaim tersebut selama rapat Kabinet di Gedung Putih pada, Kamis (29/1/2026). Selama rapat kabinet, Trump mengatakan bahwa dia secara pribadi meminta Putin untuk tidak menyerang Kiev dan berbagai kota di Ukraina selama seminggu.
"Beliau setuju untuk melakukannya, dengan alasan cuaca dingin ekstrem yang dihadapi Ukraina," kata Trump dilansir dari CNN, Sabtu (31/1/2026).
Komentar Trump muncul saat Rusia meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina, menyebabkan sebagian besar wilayah negara itu menghadapi kekurangan dan pemadaman listrik.
Rusia Ngamuk Gempur Ibu Kota Kiev Ukraina, 6 Orang Tewas
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow telah menyetujui permintaan pribadi dari Trump untuk menghentikan serangan terhadap ibu kota Ukraina.
"Permintaan presiden AS tersebut dibuat untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan negosiasi," ucap Peskov.
Ngamuk! Rusia Gempur Jantung Kota Kiev dengan Ratusan Drone dan Rudal, 25 Orang Tewas
Hal ini terbukti dengan tidak adanya serangan ke Kiev hingga hari Jumat. Namun, Peskov tidak menjelaskan apakah kesepakatan tersebut mencakup kota-kota lain di Ukraina.
Peskov juga menolak berkomentar apakah penghentian tersebut akan mencakup semua serangan, atau hanya serangan yang menargetkan infrastruktur energi.
Kiev Dibombardir Rusia Habis-habisan, Zelensky Batal Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus