Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hampir 500.000 Tentara Rusia-Ukraina Tewas selama Perang, Mana Paling Banyak?
Advertisement . Scroll to see content

Trump Sebut Putin bakal Hentikan Serangan ke Kiev selama Seminggu

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:22:00 WIB
Trump Sebut Putin bakal Hentikan Serangan ke Kiev selama Seminggu
Penampakan ibu kota Ukraina, Kiev yang hancur dibombardir Rusia. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk menghentikan serangan terhadap kota-kota besar Ukraina, termasuk ibu kota Kiev, selama seminggu. Hal ini karena negara tersebut bergulat dengan penurunan suhu musim dingin yang drastis.

Trump menyampaikan klaim tersebut selama rapat Kabinet di Gedung Putih pada, Kamis (29/1/2026). Selama rapat kabinet, Trump mengatakan bahwa dia secara pribadi meminta Putin untuk tidak menyerang Kiev dan berbagai kota di Ukraina selama seminggu.

"Beliau setuju untuk melakukannya, dengan alasan cuaca dingin ekstrem yang dihadapi Ukraina," kata Trump dilansir dari CNN, Sabtu (31/1/2026).

Komentar Trump muncul saat Rusia meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina, menyebabkan sebagian besar wilayah negara itu menghadapi kekurangan dan pemadaman listrik.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow telah menyetujui permintaan pribadi dari Trump untuk menghentikan serangan terhadap ibu kota Ukraina.

"Permintaan presiden AS tersebut dibuat untuk menciptakan kondisi yang menguntungkan negosiasi," ucap Peskov.

Hal ini terbukti dengan tidak adanya serangan ke Kiev hingga hari Jumat.  Namun, Peskov tidak menjelaskan apakah kesepakatan tersebut mencakup kota-kota lain di Ukraina. 

Peskov juga menolak berkomentar apakah penghentian tersebut akan mencakup semua serangan, atau hanya serangan yang menargetkan infrastruktur energi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut