Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Trump Belum Mau Serang Iran, Israel yang Ngotot
Advertisement . Scroll to see content

Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia

Selasa, 03 Februari 2026 - 21:22:00 WIB
Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia
Nama Jeffrey Epstein menjadi sorotan setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen setebal 3 juta halaman seputar penyelidikan kasusnya (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Nama Jeffrey Epstein menjadi sorotan sepekan terakhir setelah Departemen Kehakiman AS merilis dokumen setebal 3 juta halaman seputar penyelidikan kasusnya. Dia menjadi sosok paling kontroversial dan menghebohkan dunia dalam 2 dekade terakhir. 

Pengusaha asal Amerika Serikat (AS) ini bukan hanya dikenal karena kekayaannya, tapi juga skandal kejahatan seksual yang menyeret nama-nama elite global, mulai dari pejabat, politisi, pengusaha, hingga tokoh dunia.

Nama-nama seperti Presiden AS Donald Trump, para mantan presiden Bill Clinton dan Barack Obama, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, hingga miliarder Bill Gates, Elon Musk, dan banyak lagi, disebut-sebut dalam dokumen tersebut.

Profil Jeffrey Epstein

Jeffrey Edward Epstein lahir di Brooklyn, New York, pada 20 Januari 1953. Dia memulai karier sebagai guru matematika di sebuah sekolah elite sebelum beralih ke dunia keuangan. Epstein kemudian dikenal sebagai pengelola dana dan investor dengan jaringan klien kelas atas, meski sumber pasti kekayaannya kerap dipertanyakan.

Pada era 1980-1990-an, Epstein membangun citra sebagai miliarder eksentrik yang memiliki properti mewah di berbagai lokasi strategis, termasuk Manhattan, Palm Beach (Florida), New Mexico, Paris, hingga sebuah pulau pribadi di Kepulauan Virgin AS yang dikenal sebagai Little Saint James. Pulau tersebut kemudian dijuluki media sebagai “Pulau Pedofil”.

Nama Epstein mulai mencuat ke publik pada 2005 setelah dia dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Florida. Kasus tersebut memicu penyelidikan besar, namun pada 2008 sang predator seks hanya dijatuhi hukuman ringan melalui kesepakatan kontroversial dengan jaksa, yang membuatnya terhindar dari tuntutan federal lebih berat. Kesepakatan itu menuai kecaman luas dan dianggap sebagai contoh ketimpangan hukum bagi kalangan elite.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut