Trump kepada Ukraina: Serahkan Wilayah ke Rusia atau Lanjut Perang?
“Ya, mereka bicara soal tanah yang berpindah tangan, berusaha membersihkan perbatasan, prosesnya rumit,” kata Trump.
Pernyataan ini memberi sinyal bahwa Washington, lewat pemerintahan Trump, siap mendorong formula damai yang mencakup kompromi teritorial, termasuk penerimaan fakta bahwa beberapa daerah Ukraina yang telah dikuasai Rusia, seperti Donbass yang meliuputi Luhansk dan Donetsk serta Krimea, kemungkinan besar tidak akan kembali ke Kiev.
Pesan Keras Trump: Pilih Nyawa atau Tanah
Dalam komentarnya, Trump menggambarkan dilema eksistensial yang harus dihadapi Ukraina, mempertahankan setiap jengkal wilayah dengan mempertaruhkan puluhan ribu nyawa, atau menerima kehilangan wilayah demi menghentikan perang.
“Apakah Anda ingin berperang dan kehilangan nyawa 50.000 sampai 60.000 orang lagi, atau Anda ingin bertindak sekarang?” ujarnya.
Trump menambahkan dalam beberapa kasus, perpindahan wilayah memang sudah terjadi secara de facto, dan negosiasi saat ini hanya berupaya merumuskan bentuk “penyelesaian” dari realitas tersebut.