Trump Blak-blakan kepada Netanyahu: Semua Orang Benci Anda Sekarang!
Trump memahami bahwa kelompok Hizbullah telah meningkatkan serangan terhadap Israel dalam beberapa hari terakhir. Namun, dia menilai respons militer Israel terhadap Lebanon tidak proporsional dan berisiko memperburuk situasi kawasan.
Kemarahan Trump juga dipicu kekhawatirannya bahwa serangan Israel ke Lebanon dapat menggagalkan upaya perundingan damai antara AS dan Iran. Ancaman Israel untuk menyerang Ibu Kota Beirut disebut menjadi salah satu pemicu utama ketegangan antara kedua pemimpin tersebut.
Situasi semakin rumit setelah Iran memutuskan menghentikan proses negosiasi damai dengan AS. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran akan menghentikan perundingan dan melanjutkan perang jika Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon.
Kantor berita Tasnim melaporkan Iran juga menghentikan komunikasi tidak langsung dengan AS yang selama ini dilakukan melalui mediator Pakistan. Menurut laporan tersebut, pembicaraan dan pertukaran dokumen akan dihentikan sampai tuntutan Iran terkait Gaza dan Lebanon dipenuhi.
Ketegangan terbaru ini menjadi kontras dengan hubungan Trump dan Netanyahu yang sebelumnya terlihat solid saat keduanya bekerja sama menghadapi Iran. Kini, perbedaan pandangan terkait Lebanon dan proses perdamaian justru memicu friksi terbuka antara kedua pemimpin.
Trump sendiri disebut ingin segera mengakhiri konflik yang melibatkan Iran karena perang tersebut dinilai membebani ekonomi AS. Selain itu, dia juga menghadapi tekanan politik dari sebagian pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) yang menuduhnya terlalu mengikuti kepentingan Israel dalam konflik Timur Tengah.
Di pihak lain, Netanyahu juga menghadapi tekanan politik domestik. Dia dikabarkan berisiko kehilangan dukungan koalisi sayap kanan dan mendapat kritik dari kelompok garis keras setelah membatalkan rencana serangan terhadap Beirut menyusul desakan dari Trump.
Editor: Anton Suhartono