Trump Ancam Rebut Terusan Panama, Ini Tanggapan Keras Presiden Mulino
"Kita segera merayakan ulang tahun ke-25 peralihan ini," ujarnya.
Mulino menambahkan, keputusan soal tarif atau ongkos tak dibuat secara tiba-tiba, melainkan melalui proses pertimbangan yang panjang.
Penetapan tarif, lanjut Mulino, diputuskan secara terbuka, melibatkan audiens pemangku kepentingan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar, persaingan internasional, biaya operasi, dan kebutuhan pemeliharaan serta modernisasi jalur perairan antar-samudera.
"Beginilah cara kami mencapai perluasan Terusan pada 2016. Terusan ini tidak dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh China, maupun Komunitas Eropa, maupun dari Amerika Serikat, atau kekuatan mana pun," kata Mulino.
Lebih lanjut Mulino menegaskan berupaya menjaga dan memelihara hubungan baik dan saling menghormati dengan pemerintahan baru AS yang akan berkuasa mulai 20 Januari 2025. Namun jika menyangkut terusan dan kedaulatan, seluruh rakyat akan bersatu di bawah satu bendera, Panama.
Trump pada Minggu kemarin mengancam akan merebut kembali kendali Terusan Panama dengan alasan mahalnya ongkos untuk melewatinya.
Presiden AS terpilih yang juga pengusaha itu menegaskan Terusan Panama sangat penting bagi perdagangan negaranya serta pengerahan pasukan Angkatan Laut AS dari Samudera Atlantik ke Pasifik, demikian sebaliknya.
AS merupakan pengguna terbesar Terusan Panama, yakni lebih dari 72 persen dari total pengguna jalur strategis tersebut.
Editor: Anton Suhartono