Trump Akui ‘Kutukan’ Pemilu Paruh Waktu: Presiden Menang, Partai Tumbang
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui semacam “kutukan” dalam pemilu paruh waktu yang kerap menimpa partai penguasa. Meski berhasil memenangkan kursi presiden, Trump memprediksi Partai Republik justru berpotensi tumbang dan kehilangan kendali atas Kongres dalam pemilu paruh waktu November mendatang.
Trump secara terbuka menyebut Partai Republik berisiko besar kalah dan menyerahkan dominasi di DPR maupun Senat kepada Partai Demokrat. Prediksi itu, menurut Trump, didasarkan pada pola historis politik AS.
“Secara statistik, ketika seorang presiden menang, mereka (partai pengusung) kalah dalam pemilihan paruh waktu,” kata Trump, dikutip dari Sputnik, Rabu (28/1/2026).
Menariknya, Trump mengaku tidak sepenuhnya memahami logika di balik fenomena tersebut. Dia bahkan menyebut pola itu tidak masuk akal, terlebih jika presiden yang menjabat merasa telah mencatatkan kinerja baik.
Trump Sebut Partai Republik Bakal Kalah dalam Pemilu Paruh Waktu: Saya Tak Tahu Kenapa
“Saya tidak tahu mengapa. Itu tidak masuk akal, bahkan jika dia seorang presiden yang sukses. Dan saya rasa tidak ada presiden yang lebih baik dalam melewati tahun pertamanya selain kita,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan kegelisahan Trump menghadapi pemilu paruh waktu yang akan menentukan arah politik pemerintahannya ke depan. Pemilu tersebut akan memperebutkan seluruh kursi DPR AS serta sepertiga kursi Senat, hasil yang bisa mengubah peta kekuasaan di Washington secara drastis.
Trump: Saya Akan Dimakzulkan!
Trump sebelumnya juga mengaitkan potensi kekalahan Partai Republik dengan ancaman pemakzulan dari Partai Demokrat. Dalam pengarahan kepada politisi Partai Republik di DPR awal bulan ini, Trump memperingatkan bahwa Demokrat bisa memanfaatkan kemenangan di Kongres untuk menjatuhkannya.
“Kita harus memenangkan pemilu paruh waktu, karena jika kita tidak menang, mereka akan mendapatkan alasan untuk memakzulkan saya,” kata Trump kala itu.