Tokoh Oposisi Rusia yang Diracuni Sudah Bisa Bernapas Tanpa Alat Bantu
MOSKOW, iNews.id - Kondisi tokoh oposisi Rusia yang diduga menjadi korban peracunan, Alexei Navalny, terus membaik dalam perawatan di rumah sakit Berlin, Jerman. Pria 44 tahun itu sudah bisa bernapas tanpa alat bantu.
Bahkan Navalny sudah bisa menyampaikan pernyataan publik dari ranjang rumah sakit. Ini merupakan sapaan publik Navalny untuk pertama kalinya sejak dia ambruk dalam penerbangan dari Kota Tomsk di Siberia, Rusia, menuju Moskow pada Agustus.
"Halo, ini Navalny," katanya dalam posting-an di Instagram, seperti dikutip dari AFP, Selasa (15/9/2020).
Dia tampil di media sosial bersama istri, Yulia, dan dua anaknya.
Dituduh Racuni Pengkritik Presiden Vladimir Putin, Rusia: Tak Masuk Akal
Mengenakan pakaian rumah sakit, Navalny tampak kurus dan hampir tidak tersenyum, sementara sang istri yang berada di sampingnya berseri-seri.
"Kemarin saya bisa bernapas sendiri sepanjang hari. Saya sangat senang. Ini proses yang luar biasa dan diremehkan oleh banyak orang. Saya merindukanmu," katanya, lagi.
Ahli Rusia Sebut Pengkritik Presiden Putin Koma Bukan Diracuni, tapi Diet atau Stres
Pemerintah Jerman menyatakan, laboratorium Prancis dan Swedia secara independen mengonfirmasi temuan bahwa Navalny diracuni menggunakan zat kimia pelumpuh saraf Novichok.
Rekan-rekan seperjuangan Navalny mengatakan, penggunaan senjata kimia yang dilarang oleh hukum internasional itu hanya bisa dilakukan Rusia.
Sementara itu Rusia berkali-kali membantah keterlibatan peracunan Navalny. Hasil pemeriksaan di rumah sakit Omsk, tempat Navalny pertama dirawat, tidak menemukan adanya racun.
Editor: Anton Suhartono