Tokoh Muslim AS Pendukung Trump Kecewa dengan Susunan Kabinet, Diisi Politisi Pro-Israel
"Tampaknya pemerintahan ini diisi sepenuhnya kaum neokonservatif dan orang-orang yang sangat pro-Israel dan pro-perang," kata Rexhinaldo Nazarko, direktur eksekutif American Muslim Engagement and Empowerment Network.
Dia menyebut penunjukan orang-orang tersebut merupakan bentuk kegagalan pihak Trump untuk memilih gerakan pro-perdamaian dan antiperang.
Saat kampanye Pilpres AS 2024 Trump meminta dukungan kelompok Muslim di Michigan. Saat itu Trump memuji mereka sebagai orang cerdas dan mendambakan perdamaian.
Trump mengaku bisa memahami perasaan umat Islam yang marah dengan cara pemerintahan Joe Biden menangani masalah Gaza. Oleh karena itu dia meminta dukungan dalam pilpres mendatang.
"Muslim memilih Trump, Muslim memilih Trump, bagaimana dengan itu?" ujarnya.
“Mereka ingin perdamaian. Mereka benar-benar menginginkannya. Mereka tidak ingin berada dalam perang. Mereka sangat cerdas,” katanya, menambahkan.
Trump juga menyinggung capres Kamala Harris yang dianggapnya gagal dalam memahami aspirasi umat Islam. Dia paham Muslim Michigan kecewa dengan Harris.
Meski demikian tak semua kelompok Muslim AS mendukung Trump dalam pilpres lalu. Bahkan mereka juga tidak mendukung Kamala Harris, calon dari Partai Demokrat.
Editor: Anton Suhartono