Tinggalkan Medan Perang, Petugas SAR Ukraina Bantu Selamatkan Korban Gempa Turki
HATAY, iNews.id - Para ahli SAR Ukraina meninggalkan medan perang di negara mereka untuk membantu mencari korban gempa bumi di Turki. Mereka menggunakan pengalaman selama perang yang hampir berlangsung setahun untuk membantu penyelamatan korban yang terjebak di reruntuhan bangunan.
Bukan hanya itu, para petugas SAR Ukraina juga membawa bantuan seperti tenda serta memberikan pertolongan pertama kepada para korban.
"Ada perang di negara kami, tapi kami juga sadar harus membantu. Bantuan ini saling menguntungkan. Tidak ada cara lain untuk melakukannya," kata Oleksandr Khorunzhyi, juru bicara Layanan Darurat Ukraina, dikutip dari Reuters, Jumat (10/2/2023).
Ukraina mengirim 88 petugas ke Turki untuk membantu para korban gempa yang mengguncang pada Senin lalu. Mereka terdiri atas para ahli SAR, dokter, petugas pemadam kebakaran, serta petugas anjing pelacak.
Indonesia Kirim 47 personel SAR Bantu Evakuasi Korban Gempa Turki dan Suriah
Mereka membangun tenda di dekat Kota Antakya, dekat perbatasan Turki dengan Suriah sebagai tempat berlindung darurat bagi para korban. Para petugas itu juga membawa generator listrik untuk membantu para korban memenuhui kebutuhan mereka.
"Orang-orang ini harus mempertahankan hidup. Ini adalah hal terpenting yang mereka miliki. Kami bersimpati dengan rakyat Turki, keluarga korban tewas, dan terluka," kata Khorunzhyi.
Korban Tewas Gempa Turki Tembus 14.000, Erdogan Janji Bangun Gedung Baru dalam Setahun
Para petugas Ukraina itu bergabung dengan personel dari puluhan negara yang juga membantu para korban gempa Turki. Namun mereka menghindari untuk bekerja sama dengan petugas SAR dari Rusia.
“Kami akan bertugas dan menjauhkan diri dari tim penyelamat Rusia sejauh yang kami bisa. Pusat koordinasi memberi tahu kami bahwa kru darurat Rusia berada di tempat yang jauh dan kita tidak akan bisa bertemu,” tuturnya.
Editor: Anton Suhartono