TikTok Kembali Diblokir di Pakistan gara-gara Konten Tak Pantas
Aplikasi berbagi video asal negeri tirai bambu itu memiliki basis penggemar yang besar di Pakistan. Banyak orang menggunakan platform tersebut untuk memasarkan dan menjual barang secara daring.
Akan tetapi, para pengkritik di negeri itu mengatakan bahwa TikTok kerap mempromosikan konten vulgar dan LGBT.
Pada Juni lalu, TikTok mengklaim telah menghapus lebih dari 6 juta video yang tersedia untuk pengguna Pakistan hanya dalam tiga bulan menyusul keluhan dari pejabat dan para pengguna di enegara itu. Sekitar 15 persen dari video itu dihapus karena menampilkan “ketelanjangan dewasa dan aktivitas seksual”.
Pejabat Pakistan sebelumnya juga meminta YouTube untuk memblokir konten yang mereka anggap tidak pantas. Sejumlah aplikasi kencan juga dilarang di Pakistan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil