Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Masjid Dibom saat Salat Jumat, 31 Orang Tewas Ratusan Lainnya Luka
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

“Banding adalah hak kami, kami akan protes tapi akan tetap damai,” ujar mantan PM Shahid Khaqan Abbasi yang menggantikan Sharif tahun lalu, saat berada di depan gedung pengadilan, seperti dilaporkan Reuters, Rabu (26/12/2018).

Sharif dipecat dan didiskualifikasi dari memegang jabatan publik oleh MA pada Juli 2017 dan divonis inabsentia setahun kemudian. Dia ditahan pada 13 Juli saat kembali ke Pakistan dari London.

Pada Kamis (20/12), pengadilan menetapkan untuk dua dakwaan terkait aset Sharif, yakni pabrik baja Al Azizia di Arab Saudi yang dibangun ayah Sharif pada 2001 dan perusahaan Flagship Investments didirikan putranya Hasan Nawaz yang memiliki properti mewah di Inggris.

Hasan Nawaz juga memiliki sejumlah properti mewah di Inggris.

Sharif dinyatakan tidak bisa membuktikan bahwa keluarganya mengakuisisi pabrik baja itu secara legal, namun dia dibebaskan dari dakwaan kedua terkait Flagship. Sharif menyangkal seluruh dakwaan itu dan menyatakan vonis pengadilan tersebut memiliki motif politik.

Dia menuduh militer dan pengadilan bekerja sama mengakhiri karier politiknya dan mengacaukan partainya, Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N). Dia pernah menjadi favorit para jenderal militer di Pakistan, tapi kemudian kedua pihak saling bermusuhan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut