Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Bantah Serang Negara-Negara Arab Selama Gencatan Senjata, Tuduh Israel dan AS
Advertisement . Scroll to see content

Tegas! Iran Sebut AS Bodoh jika Ikuti Keinginan Netanyahu Lanjutkan Perang

Jumat, 10 April 2026 - 15:05:00 WIB
Tegas! Iran Sebut AS Bodoh jika Ikuti Keinginan Netanyahu Lanjutkan Perang
Iran melontarkan pernyataan keras terhadap AS, bodoh jika negara itu mengikuti keinginan PM Israel Benjamin Netanyahu melanjutkan perang (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran melontarkan pernyataan keras terhadap Amerika Serikat (AS), menyebut langkah Washington akan menjadi “tindakan bodoh” jika mengikuti keinginan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu

Teheran menilai, membiarkan Netanyahu menggagalkan diplomasi guna mengakhiri konflik sama saja dengan menghancurkan peluang perdamaian sekaligus merugikan ekonomi AS.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan, AS akan menanggung kerugian besar jika memilih mengikuti arah kebijakan Netanyahu. Dia bahkan mengingatkan, keputusan tersebut bisa berdampak pada kehancuran ekonomi AS.

“Jika AS ingin menghancurkan ekonominya dengan membiarkan Netanyahu membunuh diplomasi, itu pada akhirnya akan menjadi pilihan mereka. Kami kira itu tindakan bodoh, tapi kami siap untuk itu,” tulisnya, di media sosial X, dikutip Jumat (10/4/2026).

Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran. Serangan tersebut menewaskan ratusan orang dan langsung memicu kekhawatiran runtuhnya upaya damai di kawasan.

Iran menegaskan, Lebanon sebenarnya telah dimasukkan dalam kesepakatan gencatan senjata. Namun, keputusan Israel menyerang wilayah tersebut membuat prospek perdamaian antara AS dan Iran, yang tengah dirundingkan di Pakistan, menjadi terancam.

Lebih jauh, Araghchi menilai agresi Israel tidak lepas dari kepentingan pribadi Netanyahu. Dia menyebut, perang yang terus berlanjut bisa menjadi cara bagi Netanyahu untuk menghindari proses hukum atas kasus korupsi yang menjeratnya.

“Pemberlakuan gencatan senjata di seluruh Timur Tengah, termasuk Lebanon, bisa mempercepat pemenjaraan Netanyahu,” ujarnya.

Diketahui, sidang pidana Netanyahu akan dilanjutkan pada Minggu (12/4/2026) di Pengadilan Negeri Yerusalem setelah sempat tertunda beberapa pekan akibat kondisi darurat selama konflik. 

Iran kembali menegaskan, kegagalan diplomasi akibat mengikuti keinginan Netanyahu akan menjadi tanggung jawab AS sepenuhnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut