Tegas! Hizbullah Ancam Serang Anjungan Gas Israel di Laut Mediterania
Amos Hochstein, penasihat senior untuk keamanan energi di Departemen Luar Negeri AS, diperkirakan akan tiba di Beirut dalam beberapa hari ke depan.
Pembicaraan tidak langsung yang dimediasi AS antara Lebanon dan Israel telah terhenti selama berbulan-bulan. Lebanon tidak sepakatan mengenai seberapa besar wilayah yang disengketakan itu.
Nasrallah mengatakan, Israel harus menunggu hasil negosiasi. Setiap pengeboran yang dilakukan sebelum kesepakatan, akan dianggap sebagai serangan langsung ke Lebanon.
“Semua opsi ada di atas meja. Semua tindakan keamanan yang dilakukan militer Israel tidak akan dapat melindungi pengeboran gas tersebut," kata Nasrallah.
Dia menambahkan, kapal dan pemiliknya harus tahu bahwa mereka adalah mitra dalam agresi di Lebanon yang terjadi hari ini. Nasrallah menyerukan penarikan segera dari daerah itu.
“Mereka bertanggung jawab penuh atas apa yang bisa terjadi pada kapal ini, baik kerusakan material maupun awaknya,” katanya.
Israel dan kelompok Hizbullah yang dipersenjatai dan didanai oleh Iran, merupakan musuh bebuyutan yang terlibat dalam perang selama sebulan pada 2006. Sejak itu, daerah perbatasan tetap tegang tetapi sebagian besar tenang.
Editor: Umaya Khusniah