Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Skandal Jeffrey Epstein Guncang Israel, Ungkap Konflik Netanyahu dan Mantan PM Ehud Barak
Advertisement . Scroll to see content

Tak Sudi Ikut Wajib Militer, Ratusan Yahudi Ultra-Ortodoks di Israel Berontak

Rabu, 17 Juli 2024 - 14:56:00 WIB
Tak Sudi Ikut Wajib Militer, Ratusan Yahudi Ultra-Ortodoks di Israel Berontak
Para laki-laki Yahudi ultra-Ortodoks berunjuk rasa menentang UU wajib militer baru di Yerusalem, Palestina, 20 Juni 2024. (Foto:EPA)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id – Ratusan orang Yahudi ultra-Ortodoks turun ke jalan di timur Tel Aviv pada Selasa (16/7/2024) malam waktu setempat. Mereka memprotes wajib militer yang akan diberlakukan terhadap golongan mereka. 

Seorang koresponden kantor berita Sputnik melaporkan, unjuk rasa tersebut terjadi di wilayah yang mayoritas penduduknya adalah penganut Yahudi Ortodoks. Kawasan itu kemudian ditutup untuk lalu lintas.

Dilaporkan bahwa kerumunan Yahudi ultra-Ortodoks, yang sebagian besar remaja dalam usia wajib militer, terlihat memblokir jalan. Unit polisi yang berjaga dipanggil untuk membubarkan massa. 

Bentrok massa demonstran dan polisi pun tak terhindarkan. Para dokter dan sejumlah besar aparat penegak hukum dikerahkan di tempat kejadian.

"Berdinas di ketentaraan lebih buruk daripada mati!" teriak para pengunjuk rasa sambil meneriaki para polisi yang menangani unjuk rasa itu dengan sebutan "nazi" dan "fasis".

Beberapa perusuh berbaring di jalan untuk memblokir lalu lintas. Menurut polisi, sedikitnya sembilan orang ditangkap dalam kerusuhan itu.

Pada Juni lalu, Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa negara diizinkan untuk memasukkan para siswa seminari ultra-Ortodoks ke dalam militer. Selasa kemarin, militer Israel pun mengonfirmasi pada bahwa surat pemberitahuan akan dikirimkan ke ribuan pemuda ultra-Ortodoks mulai Minggu (21/7/2024) ini. Dikatakan dalam surat itu bahwa rekrutmen militer di kalangan ultra-Ortodoks diperlukan karena kebutuhan operasional tentara dan tantangan keamanan yang dihadapi Israel.

Sebelumnya, kelompok Yahudi ultra-Ortodoks dilecualikan dari wajib militer di Israel. Namun pada Maret lalu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant meminta anggota parlemen untuk mengesahkan undang-undang yang dapat merekrut seluruh lapisan masyarakat Israel ke dalam militer, tak terkecuali Yahudi ultra-Ortodoks.

Pada 2017, Mahkamah Agung Israel memutuskan bahwa pengecualian wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks adalah ilegal. Pengadilan pun memerintahkan pemerintah untuk mengesahkan undang-undang wajib militer yang baru. 

Pemerintah telah menunda wajib militer bagi warga Yahudi ultra-Ortodoks selama beberapa tahun. Sementara politisi ultra-Ortodoks telah berupaya untuk meloloskan undang-undang yang mempertahankan pengecualian kelompok tersebut.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut