Tak Kapok, Politikus Anti-Islam Rasmus Paludan Akan Bakar Alquran di Kedubes Turki
Dia juga menegaskan, aksinya itu tidak untuk mendukung etnis Kurdi. Pria anti-imigran itu mengatakan, tidak menentang tuntutan Turki agar Swedia mendeportasi anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dimasukkan dalam daftar organisasi teroris.
"Saya tidak ingin Kurdi atau Turki di Swedia. Tapi bukan itu intinya, saya hanya tidak ingin Erdogan mendikte," tuturnya.
Paludan menjadi perhatian internasional setelah pada awal tahun lalu menggelar serangkaian aksi membakar Alquran di Swedia. Salah satu aksinya dilakukan di depan Masjid Raslatt, Kota Jonkoping.
Dia nekat melakukan aksi tersebut meski tak mendapat izin dari kepolisian Swedia. Kepolisian menolak memberikan izin kepada Paludan untuk menggelar demonstrasi pembakaran Alquran yang sedianya digelar serentak pada 1 Mei 2022, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.
Kelompok Muslim Swedia mengecam keras aksi Paludan dan menyebutnya sebagai provokasi.
Kecaman juga datang dari politikus Swedia keturunan Turki, Mikail Yuksel, pendiri Partai Nyans (Warna Berbeda). Dia menyerukan semua pihak untuk menghentikan provokasi Paludan.