Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong
Advertisement . Scroll to see content

Tak Cuma Jet Tempur, China Juga Gunakan Kapal Pengeruk Pasir untuk Taklukkan Taiwan

Sabtu, 06 Februari 2021 - 12:30:00 WIB
Tak Cuma Jet Tempur, China Juga Gunakan Kapal Pengeruk Pasir untuk Taklukkan Taiwan
Kapal pengeruk pasir China di perairan Kepulauan Matsu, Taiwan, akhir Januari lalu. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

TAIPEI, iNews.id China terus menekan Taiwan dan mengklaim pulau berpenduduk 23 juta jiwa itu sebagai miliknya. Setelah berulang kali mengerahkan jet tempur ke wilayah udara Taiwan, China kini menggunakan senjata lain untuk menaklukkan pesaing utamanya di Asia Timur itu, yakni kapal pengeruk pasir.

Tujuan China menggunakan kapal itu, kata pejabat Taiwan, adalah untuk menekan Taiwan dengan mengikat pertahanan Angkatan Laut Taiwan dan merusak mata pencarian penduduk setempat.

Komandan penjaga pantai yang dikelola lembaga sipil Taiwan, Lin Chie Ming, menangani intimidasi gaya baru yang dilancarkan China. Pada akhir Januari lalu, di Perairan Kepulauan Matsu yang dikelola Taiwan, Lin memimpin patroli mengusir kapal pengeruk pasir China yang melanggar batas perairan Taiwan.

“Mereka mengira daerah ini adalah bagian dari wilayah China. Mereka biasanya pergi setelah kami usir, tapi kembali lagi setelah kami pergi,” ujar Lin, dikutip Reuters, Sabtu (6/2/2021).

Pengerukan pasir adalah senjata terbaru yang digunakan China untuk menekan Taiwan—yang disebut-sebut sebagai taktik peperangan zona abu-abu. Taiwan menyebut China menggunakan taktik tidak beraturan itu untuk melemahkan musuh, tanpa pertempuran terbuka yang sesungguhnya.

Sejak Juni 2020, kapal pengeruk pasir China telah berkerumun di sekitar Kepulauan Matsu, menjatuhkan jangkar dan meraup pasir dalam jumlah besar dari dasar laut untuk proyek konstruksi di China.

Pejabat Taiwan dan penduduk Matsu mengatakan, pengerukan itu memiliki dampak korosif, mengganggu ekonomi lokal, merusak kabel komunikasi bawah laut, serta mengintimidasi penduduk dan turis yang datang. Pejabat setempat khawatir pengerukan tersebut merusak ekosistem dan kehidupan laut sekitar.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut