Tak Bisa Pulang Kampung, Pembantu di Singapura Saksikan Suami Temui Ajal lewat Video Call
Tak hanya menghibur hari Gelerina, Tara juga memberikan uang kepada pembantunya itu, untuk biaya pemakaman sang suami. Dia juga mengundang salah satu teman Gelerina di Singapura ke apartemennya untuk menemani perempuan yang sedang dirundung duka itu.
Menurut Tara, para majikan perlu menunjukkan lebih banyak empati dan pengertian kepada para pembantu rumah tangga mereka, apalagi di tengah tekanan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. “Kita harus memiliki rasa kemanusiaan yang mendasar dan bertanya pada diri sendiri bagaimana perasaan kita jika kita berada dalam situasi mereka,” ucap Tara yang juga pensiunan dosen universitas itu.
Pembantu asal Indonesia Cuma Terima Rp36 Juta Kerja 14 Tahun di Arab Saudi, Ternyata....
“Pekerja rumah tangga biasanya sangat dekat dengan keluarganya dan banyak dari mereka meninggalkan suami dan anak-anaknya dan bekerja untuk kita. Sudah dua tahun sejak Covid-19, dan tragedi seperti itu pasti akan terjadi saat ini, dan kita perlu tunjukkan pada mereka kemurahan hati,” tuturnya.
Gelerina berasal dari Bacnotan, La Union, Filipina, sekitar 280 km dari Ibu Kota Manila. Dia dan mendiang suaminya memiliki tiga anak, yaitu seorang putri berusia 27 tahun yang bekerja sebagai tenaga kesehatan, dan; dua putra masing-masing berusia 15 dan 16 tahun, yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Ketiga kakak beradik itu tinggal bersama di rumah orang tua mereka.
Editor: Ahmad Islamy Jamil