Sosok Chris Kyle, Legenda American Sniper yang Tewas Ditembak Teman Sendiri
Kyle pertama kali membunuh pemberontak saat mengawasi iring-iringan Marinir di Kota Nasiriya. Saat itu, Kyle mengintai dari atas bangunan yang direbut oleh Navy SEAL dari tangan pemberontak. Sekitar 50 meter dari jarak konvoi, Kyle melihat seorang perempuan bersama anaknya keluar dari pintu kecil. Ketika sang perempuan sudah sangat dekat dengan konvoi, Kyle menyaksikan dia mengeluarkan granat dari jubah.
Melihat hal itu, dia memberi tanda untuk untuk melepas tembakan. Meskipun agak ragu, Kyle tetap menjalankan aksinya itu. Tubuh perempuan tersungkur bersamaan dengan meledaknya granat.
Setelah pembunuhan itu, Kyle masih terus bertugas di Irak dan ditempatkan di beberapa kota, seperti Fallujah pada 2004, Ramadi 2006, dan Baghdad 2008. Pertempuran-pertempuran yang dia kuti terasa semakin sengit dan sulit. Para pemberontak bukan lagi membawa granat, melainkan peluncur roket.
Semakin membuktikan kualitasnya sebagai sniper andal AS, Kyle pernah menembak pemberontak yang jaraknya hampir 2 kilometer.
Chris Kyle memutuskan pensiun pada 2009, namun dia tak serta merta meninggalkan dunia militer yang sangat dicintainya. Kyle masih memberikan dedikasi untuk membantu veteran perang dalam mengatasi masalah. Seperti diketahui, para veteran banyak yang mengalami gangguan mental dan stres yang disebabkan tekanan dan pengalaman selama bertugas.