Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 9 WNI yang Diculik Israel telah Bebas, Menlu Sebut Pakai Berbagai Jalur Diplomatik
Advertisement . Scroll to see content

Sosok Anas Al Sharif, Jurnalis Al Jazeera yang Gugur Dibom Israel

Senin, 11 Agustus 2025 - 14:27:00 WIB
Sosok Anas Al Sharif, Jurnalis Al Jazeera yang Gugur Dibom Israel
Jurnalis Al Jazeera, Anas Al Sharif, gugur bersama empat rekannya akibat serangan Israel di Kota Gaza (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dunia jurnalisme di Gaza kembali berduka. Pada Minggu (10/8/2025), jurnalis kenamaan Al Jazeera, Anas Al Sharif, gugur bersama empat rekannya akibat serangan Israel yang menghantam tenda tempat mereka bekerja di dekat Rumah Sakit Al Shifa, Kota Gaza.

Pengeboman tersebut menewaskan tujuh orang, lima wartawan dan dua pendamping. Militer Israel menuduh Anas bekerja untuk Hamas dan terlibat dalam serangan roket, namun tuduhan itu dibantah keras oleh Al Jazeera, Komite untuk Perlindungan Jurnalis (CPJ), serta pelapor khusus PBB atas kebebasan berekspresi. Tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut.

Perjalanan Hidup dan Karier

Lahir pada 1996 di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza, Anas menempuh pendidikan di Universitas Al Aqsa, meraih gelar sarjana komunikasi massa dengan fokus pada media penyiaran. Ia memulai kariernya melalui magang di Al Shamal Media Network, sebelum bergabung dengan Al Jazeera sebagai koresponden di Gaza utara.

Sejak perang Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023, Anas menjadi salah satu jurnalis yang paling konsisten melaporkan langsung dari garis depan. Ia merekam kekejaman perang, kelaparan, dan pengusiran, meski berhadapan dengan ancaman nyata terhadap keselamatannya, bahkan kehilangan anggota keluarga.

Pada Desember 2023, rumah keluarganya di Jabalia dihantam serangan Israel. Ayahnya meninggal karena tak mampu mengungsi akibat kondisi kesehatan. Di tengah kesedihan itu, Anas memilih tetap bertahan di Gaza utara, menolak perintah militer Israel untuk mundur, dengan alasan ingin tetap membawa suara rakyat Palestina yang “paling sunyi dan terpinggirkan”.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut