Sidang Kasus Korupsi, Netanyahu Salahkan Media Massa
Dalam kesaksiannya, Netanyahu mengecam media massa Israel atas sikapnya yang "kekirian". Dia juga menuduh para jurnalis memburunya selama bertahun-tahun karena kebijakannya yang tidak sejalan dengan dorongan untuk mengakui berdirinya negara Palestina.
"Saya telah menunggu selama 8 tahun untuk momen ini untuk mengungkap yang sebenarnya. Tetapi saya juga seorang perdana menteri. Saya memimpin negara ini melalui perang di tujuh front. Saya kira keduanya bisa berjalan secara paralel," kata Netanyahu, kepada panel hakim yang terdiri atas tiga orang.
Dia didakwa memberikan keuntungan kepada perusahaan Bezeq Telecom Israel dalam bentuk keringanan regulasi senilai 1,8 miliar shekel atau sekitar Rp8 triliun (kurs saat ini). Hadiah itu diberikan karena perusahaan yang memiliki jaringan media massa itu memberikan pemberitaan positif untuk dirinya dan sang istri, Sara Netanyahu.
Dia juga dituduh merundingkan kesepakatan dengan pemilik surat kabar Yedioth Ahronoth untuk liputan positif sebagai imbalan atas undang-undang (UU) yang memperlambat pertumbuhan pesaingnya. Netanyahu membantah semua tuduhan terhadapnya.
“Jika saya menginginkan liputan yang bagus, yang harus saya lakukan hanyalah memberi isyarat ke arah solusi dua negara. Jika saya bergerak dua langkah ke kiri, saya akan dipuji,” katanya, menyindir media massa.
Dia juga membanggakan dirinya sebagai pembela setia Israel yang mampu menahan tekanan kekuatan internasional serta media di dalam negeri yang menjadi musuh.
Editor: Anton Suhartono