Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi
Advertisement . Scroll to see content

Siapa Reza Pahlevi, Sosok yang Dikaitkan dengan Demonstrasi Rusuh di Iran?

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:17:00 WIB
Siapa Reza Pahlevi, Sosok yang Dikaitkan dengan Demonstrasi Rusuh di Iran?
Gelombang demonstrasi yang terjadi di Iran mencuatkan satu nama, Reza Pahlevi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Reza Pahlevi telah secara terbuka mengeluarkan seruan kepada demonstran untuk lebih dari sekadar protes jalanan. Dalam pesan yang ia bagikan melalui platform media sosial, dia meminta pendukungnya untuk mengatur demonstrasi massal, bahkan mengambil alih pusat-pusat kota sebagai simbol perlawanan terhadap rezim saat ini.

Selain itu, Pahlevi juga menyerukan koordinasi terhadap pekerja di sektor-sektor penting seperti transportasi, minyak, dan energi untuk melakukan strike nasional, strategi yang bertujuan menekan sendi-sendi ekonomi yang menopang rezim.

Visi dan Tujuan Politik

Meski berasal dari keluarga monarki, Pahlevi secara berulang mengatakan bahwa dia tidak ingin kembali memerintah sebagai raja otoriter seperti sebelum 1979. Sebagai gantinya, dia menyebut dirinya sebagai “perekat transisi menuju demokrasi”, seorang tokoh yang mendukung referendum bagi rakyat Iran untuk menentukan bentuk pemerintahan mereka sendiri, baik republik, monarki konstitusional, atau model lain yang dipilih secara demokratis.

Respons dan Persepsi yang Beragam

Keterlibatan Pahlevi menuai respons yang berbeda-beda:

  • Pendukung oposisi di luar negeri melihatnya sebagai simbol persatuan dan harapan untuk masa depan yang lebih terbuka dan demokratis.
  • Namun, beberapa aktivis di dalam Iran skeptis terhadap gagasan monarki baru, mengingat sejarah panjang monarki Pahlevi yang kontroversial dan hubungan era sebelumnya dengan kekuasaan Barat.

Pemerintah Republik Islam secara resmi menentang seruan-seruan tersebut, bahkan menyatakan bahwa para demonstran dan mereka yang “membantu pengunjuk rasa” dapat dikenai hukuman keras termasuk tuduhan sebagai musuh negara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut