Serangan Rusia Meningkat, 200 WN China Ingin Tinggalkan Ukraina
Kementerian Pertahanan Rusia kemarin menyatakan bahwa pasukannya telah menargetkan berbagai fasilitas energi dan pusat komando militer Ukraina menggunakan rudal presisi tinggi pada hari sebelumnya. Serangan presisi terhadap infrastruktur Ukraina telah dilakukan sepanjang pekan lalu.
Operator listrik Ukraina, Ukrenergo, pada Sabtu (15/10/2022) lalu menyatakan bahwa infrastruktur energi di Wilayah Kiev rusak akibat serangan rudal pagi hari.
Senin pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pihaknya telah melakukan serangan balasan menggunakan senjata berpemandu presisi terhadap infrastruktur Ukraina. Menurut dia, serangan itu sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan Kiev terhadap infrastruktur sipil Rusia.
Putin mengecam keras pemboman Jembatan Selat Kerch—yang juga dikenal sebagai Jembatan Krimea—yang terjadi pada 8 Oktober. Dia menyebut aksi teror semacam itu tidak dapat dibiarkan tanpa pembalasan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil