Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
"Jika mereka tidak melakukannya, kami akan kembali menyerang Iran dengan sangat keras, seperti yang kami lakukan pekan lalu, hanya saja lebih keras lagi," kata Trump melalui platform media sosial Truth Social.
Pernyataan itu disampaikan saat perang antara Israel dan Hizbullah masih berkecamuk di Lebanon, meskipun AS sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata pada Jumat lalu.
Di medan tempur, Israel disebut semakin kesulitan menghadapi perlawanan Hizbullah di Lebanon Selatan. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui kehilangan sedikitnya empat tentaranya, termasuk seorang perwira, dalam beberapa hari terakhir.
Kerugian tersebut diikuti peningkatan serangan udara Israel ke wilayah Lebanon. Sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas akibat pemboman yang terjadi dalam sehari pada Sabtu (20/6/2026).
Trump menambahkan AS dapat menjadi "malaikat pelindung" Selat Hormuz sekaligus mengambil keuntungan dari jalur strategis tersebut. Dia bahkan menyebut kemungkinan AS memperoleh 20 persen minyak yang dihasilkan dari kawasan itu.
"Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut biaya," kata Trump.
Editor: Anton Suhartono