Sejarah Suku Maori Selandia Baru dan Awal Mula Konflik dengan Pendatang Eropa
Beberapa Suku Maori awal juga pindah ke Kepulauan Chatham, di mana keturunan mereka menjadi kelompok etnis Polinesia asli Selandia Baru lainnya, Moriori.
Dalam bahasa Maori, kata maori berarti normal, alami, atau biasa. Dalam legenda dan tradisi lisan, kata tersebut membedakan manusia biasa (tangata maori) dari dewa dan roh (wairua).
Dikutip dari Britannica, setelah Inggris mengambil alih kendali Selandia Baru pada 1840, orang-orang Eropa mulai berdatangan, membangun permukiman, bahkan pemerintahan Eropa. Kondisi itu membuat Suku Maori khawatir, terutama di Pulau Utara. Sebagai bentuk protes atas meledaknya pendatang Eropa, pada 1845 beberapa kepala Suku Maori menghancurkan Bay of Islands dan wilayah lain di ujung Pulau Utara. Peristiwa itu disebut sebagai Perang Maori I.
Suku tersebut ditumpas pada 1847 oleh pasukan kolonial di bawah Gubernur Sir George Grey. Kemenangan itu menghasilkan perjanjian damai yang berlangsung dari tahun 1847 hingga 1860.
Saat itu muncul apa yang disebut dengan Gerakan Raja sebagai respons atas meningkatnya ancaman terhadap tanah Maori. Pada 1857, beberapa suku di wilayah Waikato, Pulau Utara, memilih Te Wherowhero sebagai raja.