Sejarah Perluasan Masjidil Haram, dari Kekhalifahan Abbasiyah hingga Raja Salman
“Dengan kekuasaan dan kekuatan Allah, saya membawa kabar baik bahwa Masjidil Haram sedang menuju kemajuan, kebaikan, keamanan, dan kenyamanan. Saya akan melakukan yang terbaik untuk mengamankan Tanah Suci dan memberikan kenyamanan dan ketenangan kepadanya," kata Raja.
Setelah kedatangan Raja Abdulaziz, jumlah jemaah meningkat dari sekitar 90.662 pada 1345 H menjadi 232.971 pada 1374 H atau setahun setelah wafat.
Menandai babak baru, perluasan Masjidil Haram pertama dimulai pada 1375 H. Proyek ambisius ini memperkenalkan tiga lantai, yakni basement, lantai dasar, dan lantai pertama. Selain itu, Ma’saa atau tempat sa'i dibangun 2 lantai, Mataf (area tawaf di sekitar Ka’bah) diperluas, dan Sumur Zamzam dipindah ke basement.
Pada 1398 H, Mataf diperluas hingga bentuknya seperti saat ini . Marmer tahan panas yang diimpor dari Yunani menghiasi lantai, menambah kenyamanan jemaah.
Perluasan ini juga melibatkan relokasi mimbar dan makbariyah (platform atau tribun yang ditinggikan di masjid tempat muazin), memperluas ruang bawah tanah Sumur Zamzam dengan pintu masuk di dekat tepi masjid menghadap Ma'saa, memasang keran untuk memudahkan akses terhadap air minum.