Sejarah Perluasan Masjidil Haram, dari Kekhalifahan Abbasiyah hingga Raja Salman
Masjidil Haram mengalami beberapa kali perluasan selama beberapa abad. Mulanya Masjidil Haram merupakan bangunan sederhana di Kota Makkah sebelum datangnya Islam, yakni hanya seluas 1.490 meter persegi.
Fawaz Al Dahas, mantan direktur Pusat Sejarah Makkah, menjelaskan secara rinci proyek perluasan Masjidil Haram dalam bukunya "Hajj Through the Ages" atau Haji Melintasi Abad. Luas masjid relatif tidak berubah hingga masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar As Siddiq.
Penguasa berikutnya, termasuk Khalifah Abbasiyah Al Mu'tadid dan Al Muqtadir Billah, melakukan perluasan lebih lanjut, sehingga total luas masjid tersebut mencapai 27.850 meter persegi sebelum berdirinya negara Arab Saudi pada 1343 H.
Kedatangan Raja Abdulaziz di Makkah pada 1343 H atau 1924 M menandai titik balik Masjidil Haram. Sebagaimana tercatat dalam buku 'The Past and Present of Hijaz' atau Masa Lalu dan Masa Kini Hijaz, babak baru pengembangan Masjidi Haram dimulai.
Raja Abdulaziz mengungkapkan komitmen tersebut dalam khotbahnya yang terkenal yang didokumentasikan dalam sebuah buku 'The Peninsula during the Era of King Abdulaziz' atau Semenanjung Selama Era Raja Abdulaziz.