Sejarah Perang Israel-Lebanon yang Ternyata sudah Berlangsung Puluhan Tahun
Israel mundur dari Lebanon Tengah pada 1983 tetapi tetap mempertahankan pasukannya di selatan. Israel menetapkan zona pendudukan resmi di Lebanon Selatan, sekitar 15 km dari perbatasan ke dalam negara itu, dan mengendalikan wilayah tersebut bersama dengan sekutunya, SLA. Hizbullah melancarkan perang gerilya melawan pasukan Israel.
Israel meluncurkan operasi militer baru pada Juli. Pasukan zionis melakukan serangan terhadap Lebanon selama seminggu. Israel mengatakan operasi itu bertujuan untuk menyerang Hizbullah secara langsung; mempersulit kelompok tersebut menggunakan Lebanon Selatan sebagai pangkalan untuk menyerang Israel, dan; menekan Pemerintah Lebanon agar mau campur tangan terhadap kelompok tersebut.
Hizbullah secara teratur menyerang pasukan Israel di selatan Lebanon dan menembakkan banyak roket ke Israel Utara. Israel lalu melancarkan serangan yang disebut “Operasi Anggur Kemurkaan” selama 17 hari yang menewaskan lebih dari 200 orang di Lebanon, termasuk 102 orang yang meninggal ketika Israel menyerang pangkalan PBB di dekat Desa Qana di Lebanon Selatan.
Israel menarik diri dari Lebanon Selatan, menyusul serangan lanjutan terhadap posisi militer Israel di wilayah Lebanon yang diduduki oleh Hizbullah. Peristiwa itu mengakhiri pendudukan zionis selama 22 tahun di wilayah Arab tersebut.
Pada Juli 2006, Hizbullah menyeberangi perbatasan ke Israel, menculik dua tentara zionis dan membunuh sejumlah prajurit lainnya. Hal itu memicu perang selama lima minggu yang melibatkan serangan besar-besaran Israel terhadap kedua benteng Hizbullah dan infrastruktur nasional Lebanon.