Sejarah NATO dan Keterlibatannya dalam Perang, dari Irak sampai Afghanistan
Mengutip artikel bertajuk “Kajian Hukum Tentang Peran NATO dalam Operasi Perdamaian di Timur Tengah”, NATO sudah melakukan ekspansi cukup luas hingga ke Timur Tengah. Organisasi membentuk aliansi dan kemitraannya di sana. Salah satu keterlibatan NATO adalah turut menangani konflik di Libya. Konflik itu dilatarbelakangi kediktatoran Presiden Libya Moamar Khadafi.
NATO juga mengintervensi invasi Irak ke Kuwait atau Perang Teluk pada 1990. Saat itu, Irak menuduh Kuwait mencuri minyak dan menyerang. NATO memprakarsai Ace Guard pada 1991 sebagai bagian dari strategi militer guna mengusir Irak dari Kuwait.
Sepanjang misi, NATO dan sekutu telah membunuh dua presiden di Timur Tengah, yakni Saddam Hussein dan Muamar Khadafi.
Saddam merupakan aktor utama dalam meledaknya Perang Teluk. Apalagi, Saddam secara sembunyi-sembunyi menyiapkan anaknya, Qusay, untuk menggantikan dirinya. Hal tersebut membuat NATO dan para sekutunya geram sehingga membuat rencana menjatuhkannya. Dia kemudian dihukum gantung pada Desember 2006 di Irak.
Nasib serupa dialami Khadafi. Pemimpin Libya itu berhasil menjadikan negaranya sebagai negara makmur dan kaya dalam waktu singkat. Dia menggunakan penghasilan yang didapat dari minyak Libya untuk kesejahteraan rakyatnya. Beberapa sektor seperti pendidikan, perumahan, listrik, dan kesehatan mendapat subsidi gratis darinya.