Rusia Tak Takut Diancam Trump: Kami Bukan Israel!
Ukraina Sambut Dukungan Trump
Sementara itu, dari pihak Ukraina, ancaman Trump disambut dengan penuh harapan. Kepala Staf Presiden Zelensky, Andriy Yermak, menyatakan bahwa sikap tegas Trump menunjukkan komitmen untuk membawa perdamaian.
“Trump menyampaikan pesan yang jelas. Ini tentang perdamaian yang didorong oleh kekuatan,” ujarnya.
Namun, dari sudut pandang Rusia, pendekatan Trump ini justru semakin memperkeruh upaya diplomasi. Alih-alih menjadi jembatan perdamaian, ultimatum tersebut dianggap sebagai tekanan sepihak yang menutup ruang dialog.
Rusia Siap Hadapi Sanksi
Rusia selama ini telah bertahan di tengah embargo ekonomi Barat sejak 2014. Negara itu berhasil mengalihkan sebagian besar perdagangan dan pasokan energinya ke Asia, termasuk China dan India.
Dengan ketahanan tersebut, ancaman sanksi baru dari Trump dianggap bukan sebagai pukulan mematikan, melainkan bagian dari tekanan politik yang sudah biasa dihadapi Kremlin.
Bahkan, Medvedev mengisyaratkan bahwa Trump sedang menciptakan musuh baru di tengah gejolak politik internal AS sendiri.
“Jangan terjebak dalam situasi 'Sleepy Joe' yang baru,” katanya, merujuk pada ejekan Trump terhadap Presiden Joe Biden.
Editor: Anton Suhartono