Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai
Advertisement . Scroll to see content

Rusia, China, dan Amerika Berlomba Pergi ke Bulan, Apa yang Dicari?

Jumat, 26 Desember 2025 - 03:06:00 WIB
Rusia, China, dan Amerika Berlomba Pergi ke Bulan, Apa yang Dicari?
Bulan menjadi pusat perhatian dunia, Rusia, China, dan AS terlibat dalam perlombaan baru menuju satelit alami Bumi tersebut (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Bulan kembali menjadi pusat perhatian dunia. Rusia, China, dan Amerika Serikat (AS) kini terlibat dalam perlombaan baru menuju satelit alami Bumi tersebut. Namun, pertanyaannya, apa sebenarnya yang dicari negara-negara besar itu di Bulan?

Ambisi Rusia terbaru terlihat dari rencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Bulan dalam 10 tahun mendatang. Badan antariksa Rusia Roscosmos menargetkan pembangunan fasilitas tersebut pada 2036 guna mendukung Stasiun Penelitian Bulan Internasional yang digarap bersama China. Energi dari pembangkit itu akan menghidupi rover, observatorium, hingga infrastruktur penelitian agar dapat beroperasi secara permanen.

Meski Roscosmos tidak menyebut secara gamblang jenis pembangkitnya, keterlibatan perusahaan nuklir Rosatom dan Institut Kurchatov memperkuat indikasi bahwa sumber energi yang dipilih adalah nuklir. Langkah ini menegaskan bahwa Rusia dan China tidak lagi memandang Bulan sebagai target misi singkat, melainkan basis jangka panjang.

Amerika Serikat (AS) juga tidak tinggal diam. Badan antariksa NASA telah mengumumkan rencana menempatkan reaktor nuklir di Bulan pada awal dekade 2030-an.

Menteri Perhubungan AS Sean Duffy bahkan secara terbuka menyebut negaranya sedang berlomba dengan China untuk membangun pangkalan di Bulan, sembari mengakui Washington saat ini tertinggal.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut