Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Rusia: Berkat Sanksi Barat, Perdagangan Kami dengan Thailand Bisa Melejit

Minggu, 22 Mei 2022 - 11:42:00 WIB
Rusia: Berkat Sanksi Barat, Perdagangan Kami dengan Thailand Bisa Melejit
Ilustrasi perdagangan antarnegara. (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id Sanksi ekonomi yang dikenakan Barat terhadap Moskow ternyata dapat mendorong peningkatan perdagangan Rusia dengan Thailand. Hal itu diungkapkan Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia, Maxim Reshetnikov.

“(Di bawah sanksi Barat,) kami sekarang akan mencari titik interaksi sebanyak mungkin,” kata Reshetnikov saat berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di ibu kota Thailand, Bangkok, akhir pekan ini.

“Dan, secara umum, 10 miliar dolar AS (Rp146,72 triliun) yang menjadi tujuan perdagangan kami sangat cocok dengan situasi ini, angka ini menjadi jauh lebih dapat dicapai jika Anda benar-benar melihat situasi saat ini,” ujarnya seperti dikutip kantor berita Sputnik.

Dia menuturkan, sanksi Barat telah membuka area baru untuk pengembangan hubungan perdagangan dan ekonomi antara Rusia dan Thailand, termasuk di industri mobil.

“Thailand memiliki industri otomotif dan komponen otomotif yang sangat kuat. Inilah yang kami butuhkan secara objektif saat ini, peluang impor, (juga) kemungkinan pengembangan produksi bersama,” ucap sang menteri.

Menurut Reshetnikov, ini bukan satu-satunya bidang kerja sama potensial antara Moskow dan Bangkok. Secara umum, kata dia, sanksi Barat yang dijatuhkan terhadap Rusia menciptakan peluang unik bagi negara-negara Asia, termasuk Thailand, untuk memasuki pasar Rusia.

“Di sisi lain, ini juga menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan Rusia, yang sekarang secara aktif mencari pasar penjualan baru dan mengubah orientasi produk mereka. Ini berlaku untuk sumber daya bahan bakar dan energi, minyak, produk minyak, gas dan pupuk, produk makanan, produk rekayasa,” ujarnya.

Reshetnikov melihat pasar Asia sebagai arah strategis bagi Rusia. Moskow pun akan berupaya menciptakan hubungan perdagangan tidak hanya dengan Asia, tetapi juga dengan negara-negara Arab dan dengan Amerika Selatan.

Tahun lalu, perdagangan antara Rusia dan Thailand hanya berjumlah 2,8 miliar dolar AS.

Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. 

Tindakan militer Rusia itu mendapat perlawanan sengit dari Ukraina. Sementara itu, negara-negara Barat langsung menjatuhkan sanksi secara bertubi-tubi terhadap Moskow.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut