Sementara itu mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev juga mengomentari keputusan parlemen negaranya. Dia mengatakan, perjanjian itu telah kehilangan relevansinya bagi Moskow sejak 2007.
Bos Wagner Disebut Ingin Bocorkan Data Militer Rusia ke Ukraina, Begini Reaksi Kremlin
Medvedev lebih lanjut mengatakan, sekarang tidak ada yang akan mencegah Rusia untuk menempatkan senjata di tempat mana pun yang diinginkan Moskow untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Dia juga menuturkan, Rusia akan memaksimalkan produksi senjata, militer, dan peralatan khusus.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (10/5/2023) pekan lalu menandatangani keputusan yang mengakhiri perjanjian CFE.
Presiden Korsel: Deklarasi Washington Lebih Efektif daripada Perjanjian NATO
CFE adalah perjanjian kontrol senjata pasca-Perang Dingin yang ditandatangani pada 19 November 1990 di Paris antara dua blok militer, NATO dan Pakta Warsawa. Perjanjian itu antara lain membatasi tank, kendaraan lapis baja, artileri, helikopter, dan pesawat tempur, selain memerintahkan penghancuran persenjataan berlebih.
Pada 1999, sebuah perjanjian CFE yang diperbarui dirancang dan disetujui di Istanbul, Turki, dengan mempertimbangkan realitas baru seperti pembubaran Pakta Warsawa dan perluasan NATO.
NATO: 12 Tahun Lagi, China Bakal Punya 1.500 Hulu Ledak Nuklir!
Karena negara anggota NATO tidak meratifikasi perjanjian tersebut, Putin menangguhkan partisipasi Rusia dalam perjanjian CFE pada 2007.
Editor: Ahmad Islamy Jamil