MOSKOW, iNews.id – Parlemen Rusia menyetujui pengunduran diri Moskow dari Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional di Eropa (CFE). Dengan begitu, berakhirlah perjanjian senjata antara Rusia dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
"Washington (AS) dan Brussels (NATO), terobsesi dengan gagasan membangun dunia unipolar, dengan menggerakkan NATO ke timur, menghancurkan sistem keamanan global,” ungkap Ketua Duma Negara (Parlemen) Rusia, Vyacheslav Volodin, dalam sebuah pesan di Telegram, Selasa (16/5/2023).
Di Rusia, Artis Nyanyikan Lagu tentang Narkoba Bisa Dibui mulai 2024
Dia mengatakan, anggota NATO mengklaim aliansi mereka dibuat hanya untuk tujuan pertahanan pada awal pembentukannya. Akan tetapi, blok tersebut menurut Volodin tak ubahnya “serigala berbulu domba”.
“Mereka hanya menyerang dan maju, membawa penderitaan pada banyak orang, menghancurkan negara-negara: Yugoslavia, Afganistan, Libya, Irak, Suriah,” kata Volodin.
Rusia Klaim Hancurkan Sistem Rudal Patriot di Ukraina, AS Kebakaran Jenggot?
Dia menambahkan, pengiriman senjata dari Amerika Serikat ke Ukraina setahun belakangan ini semakin menggoyahkan situasi dunia. Volodin mengklaim, AS mengambil tindakan tersebut untuk mempertahankan hegemoninya dan ini memicu malapetaka global.