Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku
Advertisement . Scroll to see content

Rekening Pemerintah Finlandia dan Denmark di Rusia Dibekukan, Gaji Karyawan Dibayar Tunai

Kamis, 18 Mei 2023 - 09:23:00 WIB
Rekening Pemerintah Finlandia dan Denmark di Rusia Dibekukan, Gaji Karyawan Dibayar Tunai
Rekening bank pemerintah Finlandia dan Denmark di Rusia telah dibekukan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

HELSINKI, iNews.id - Rekening bank pemerintah Finlandia dan Denmark di Rusia telah dibekukan. Akibatnya kantor kedutaan melakukan semua pembayaran secara tunai. 

Menteri Luar Negeri Finlandia, Pekka Haavisto pada Rabu (17/5/2023) mengatakan, rekening bank telah berhenti berfungsi pada 27 April. Kementerian Luar Negeri Denmark juga mengatakan rekening banknya telah dibekukan sejak musim panas lalu.

"Rekening Kedutaan Finlandia telah dibekukan di Rusia dan saat ini tidak dapat digunakan," kata Haavisto. 

Dia menambahkan kedutaan dan konsulatnya di Rusia telah menggunakan cadangan uang tunai untuk membayar tagihan.

Kementerian Luar Negeri Denmark mengatakan, pembatasan yang diberlakukan oleh otoritas Rusia berarti kartu bank kedutaan diblokir.

"Meningkatnya persyaratan dokumentasi sebelum semua pembayaran berarti secara konkret bahwa kedutaan telah lama membayar gaji karyawan dan membayar tagihan secara tunai," kata kementerian tersebut.

Sayang Bank sentral Rusia tidak menanggapi permintaan komentar.

Finlandia, yang memiliki perbatasan panjang dengan Rusia secara resmi bergabung dengan NATO pada 4 April. 

Haavisto mengatakan, sementara sanksi yang dijatuhkan pada Rusia telah mempersulit transfer uang. Membekukan rekening sama dengan 'intimidasi' jika mengacu pada Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik tahun 1961 yang dimaksudkan untuk melindungi misi diplomatik di luar negeri.

"Ini adalah masalah yang tidak bisa diputuskan oleh bank," katanya.

Finlandia telah mengirimkan pemberitahuan kepada otoritas Rusia pada 4 Mei. Mereka meminta Rusia memastikan kemampuan misi untuk berfungsi dan meminta penjelasan resmi untuk pembekuan. 

"Tetapi sejauh ini belum menerima balasan," kata Haavisto.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut