Qatar Sindir Negara yang Bungkam dengan Bom Pager di Lebanon: Kita Masuki Perang Kontemporer
Dia menegaskan, perangkat elektronik terus bergerak, berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Mereka melukai dan membunuh banyak orang tanpa pandang bulu di ruang publik dan sipil.
Sebelumnya Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan bom pager dan walkie talkie yang menewaskan dan melukai banyak warga sipil. Dia menegaskan perangkat-perangat yang biasa digunakan warga sipil seharusnya tak dijadikan senjata.
"Saya kira sangat penting ada kontrol yang efektif terhadap objek sipil, tidak menjadikan objek sipil sebagai senjata. Itu harus menjadi aturan yang harus bisa diterapkan oleh pemerintah,” kata Guterres.
Volker Turk, pejabat badan HAM PBB, mengatakan mereka yang terlibat dalam gelombang ledakan mematikan di Lebanon harus dituntut pertanggungjawaban.
“Penargetan serentak terhadap ribuan orang, baik warga sipil maupun anggota kelompok bersenjata, tanpa mengetahui siapa yang memiliki perangkat yang ditargetkan, lokasi mereka, dan lingkungan sekitar mereka pada saat serangan terjadi, melanggar hukum hak asasi manusia internasional dan, sejauh berlaku, hukum humaniter internasional,” ujarnya.