Profil Pasukan Akhmat Chechnya, Pengganti Tentara Bayaran Wagner Group Rusia
MOSKOW, iNews.id - Pasukan Khusus Chechnya, Akhmat siap menggantikan posisi Wagner Group dalam invasi Rusia ke Ukraina. Sebelumnya, pasukan ini telah berkontribusi dalam perang Rusia di dekat Mariinka, wilayah Donetsk di timur Ukraina.
Bertolak belakang dengan bos Wagner Group, Yevgeny Prigozhin yang enggan berada di bawah Kementerian Pertahanan, pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov dan Komandan Akhmat, Apty Alaudinov menyambut baik tawaran Rusia.
Dengan hengkangnya Wagner Group dari Rusia, pasukan Akhmat akan menjadi penggantinya. Seperti apa kekuatan pasukan Akhmat?
Sejarah Pasukan Akhmat
Wagner Group Angkat Kaki dari Rusia, Pasukan Chechnya Akhmat Siap Gantikan
Chechnya memiliki pasukan khusus bernama 'Akhmat'. Pasukan ini bertugas untuk melindungi pemimpin Chechnya yang tengah menjabat.
Pasukan Akhmat memiliki nama lain yakni Kadyrovit atau Kadyrovtsy (bahasa Rusia) dengan nama resmi Resimen Bermotor Khusus ke-141.
Nama Kadyrovtsy atau Akhmat diambil dari Akhmad Kadyrov, pemimpin pertama Chechnya setelah negara independen itu menyerahkan diri kepada Rusia pascaperang Chechen II pada 2003.
Awalnya, pasukan ini merupakan separatis Chechnya pro-Moskow yang dipimpin oleh Akhmad Kadyrov. Aksi separatis muncul menyusul kegagalan elite dua negara mencapai kesepakatan tentang status Chechnya di dalam Federasi Rusia, radikalisasi, serta kekecewaan kaum muda di Kaukasus Utara.
Akhmad Kadyrov lantas memutuskan untuk meninggalkan pemimpin nasionalis Chechnya saat itu, Aslan Maskhadov. Dia mulai membelot ke Rusia selama Perang Chechnya II.
Akhmad Kadyrov tewas dibunuh jihadis pada 2004. Sejak itu, anaknya, Ramzan Kadyrov mengambil alih kepemimpinan Chechnya. Akhmat mendapat hak istimewa dalam pemerintahan Rusia dan disebut sebagai kekuatan Muslim Chechnya.
Akhmat menjadi pasukan utama negara dengan persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin. Mereka juga menjadi bagian dari Garda Nasional Rusia dan beroperasi di luar struktur komando militer normal serta mengambil kendali federasi di tingkat lokal.
Dilansir dari novayagazeta, penduduk Chechnya sebagian besar merupakan bagian dari resimen dan batalyon di bawah yurisdiksi Garda Nasional atau Kementerian Pertahanan.
Tapi, sekitar 90 persen anggota pasukan khusus Akhmat bukan Chechnya. Mereka adalah relawan dari seluruh Rusia yang mendaftar melalui Universitas Pasukan Khusus Rusia.
Seorang analisis data intelijen Ukraina pada unit relawan Rusia juga menegaskan, unit pasukan khusus Akhmat yang berbasis relawan terdiri atas 90 persen pejuang non-Chechnya. Otoritas Chechnya juga secara resmi telah melaporkan hal ini.
Pakar militer Israel, David Sharp juga mengklaim sebagian besar anggota Akhmat bukan berasal dari Chechnya tetapi dari wilayah lain di Rusia. Mereka juga berbeda kewarganegaraan. Orang Chechen hanya berperan sebagai petinggi dan perwira komando.
Menurut sumber Sharp di tentara Ukraina, personel Akhmat biasanya dilatih lebih baik daripada prajurit Rusia pada umumnya.
Peran Pasukan Akhmat saat Wagner Berontak
Saat Wagner Group melancarkan pemberontakan, Kadyrov meminta prajurit, petugas keamanan, gubernur, dan warga sipil untuk bersatu bersama di sekitar pemimpin bangsa atau Putin.
Saluran TV pemerintah Chechnya, Grozny melaporkan, 3.000 pejuang pasukan elite kawasan itu dikirim ke ibu kota Rusia untuk mempertahankannya dari peserta pemberontakan bersenjata. Namun tampaknya, pasukan Akhmat yang dikirim ke Rostov-on-Don tidak pernah memasuki kota dan hanya berhenti di pinggirannya.
Pasukan Akhmat dalam Perang Ukraina
Dalam invasi Rusia ke Ukraina, Akhmat dijadikan sebagai dukungan operasional dan alat propaganda Putin dalam menyebarkan ketakutan atas kekejaman Chechnya. Dia juga menyatakan kekecewaannya pada orang-orang yang dinilai tidak peduli untuk mencintai Tanah Air hanya demi ambisi dan keuntungan pribadi.
Kadrov berkoar memiliki hingga 70.000 tentara yang siap menyerang Ukraina. Dia juga mengancam siap menggulingkan pemerintahan Ukraina dan mengambil alih Kiev.
Namun tingkat keterlibatan Chechnya dalam perang masih diperdebatkan. Tidak ada video tentang mereka di garis depan sejak hari-hari pertama perang, ketika pasukan Garda Nasional diserang di dekat Kiev.
Editor: Umaya Khusniah