Bongbong Marcos Menang Pilpres, Pemilih Filipina Lupa Sejarah?
Ferdinand Marcos Jr sempat mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Oxford, Inggris, jurusan filsafat, politik, dan ekonomi, namun tidak lulus. Dia juga pernah kuliah di Wharton Business School, Amerika Serikat, tapi juga tidak menyelesaikannya.
Dikutip dari SINDOnews, Bongbong Marcos menjabat wakil gubernur Ilocos Norte pada 1980. Dia mencalonkan diri di bawah naungan Partai Kilusang Bagong Lipunan milik sang ayah.
Dia lalu naik ke posisi gubernur Ilocos Norte pada 1983. Namun, karena adanya pemberontakan dari rakyat Filipina—yang dikenal dengan peristiwa Revolusi Kekuatan Rakyat (People Power)—pemerintahan Marcos pun digulingkan.
Selama ini, Ferdinand Marcos Sr memang terkenal akan kekejiannya. Pada 1972, UU Darurat Militer yang dicanangkan oleh sang diktator merenggut banyak nyawa dan menguras miliaran dolar uang rakyat. Saat dia digulingkan, keluarga Marcos melarikan diri ke Hawaii, AS, pada Februari 1986.
Setelah kematian Marcos Sr pada 1989, keluarga tersebut kembali ke Filipina pada 1991. Marcos Jr kemudian terpilih menjadi anggota dewan dari Distrik Ilocos Norte pada kongres ke-2, dan menjabat dari 1992 hingga 1995.