Gempa Dahsyat M7,8 Angkat Dasar Laut Filipina 2 Meter, Ikan-Ikan Mati
MANILA, iNews.id - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,8 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada 8 Juni lalu memicu perubahan geologi besar di wilayah pesisir. Dasar laut terangkat hingga 2 meter, menyebabkan terumbu karang muncul ke permukaan dan mengakibatkan kematian massal ikan serta berbagai organisme laut lainnya.
Fenomena tersebut pertama kali dilaporkan warga 2 hari setelah gempa terjadi. Selain mengangkat dasar laut, peristiwa yang dikenal sebagai "pengangkatan pantai" itu juga membuat garis pantai bertambah panjang hingga 200 meter di beberapa lokasi.
Departemen Lingkungan Filipina mengungkap, hamparan terumbu karang yang sebelumnya berada di bawah laut kini terekspos ke udara terbuka. Kondisi itu mengancam ekosistem laut karena banyak biota tidak mampu bertahan hidup di luar habitatnya.
"Terumbu karang dan padang lamun yang terpapar ini mulai mati bersama organisme penghuninya seperti ikan karang, belut, kerang, dan cangkang," demikian pernyataan Departemen Lingkungan Filipina, dikutip Senin (15/6/2026).
Gambar yang dirilis lembaga tersebut menunjukkan area luas terumbu karang yang menyembul ke permukaan disertai bangkai ikan dan berbagai kehidupan akuatik lainnya yang mati akibat perubahan mendadak tersebut.