Pria Ini Telanjur Dipenjara 47 Tahun ternyata Bukan Pembunuh, Dapat Kompensasi Rp24 Miliar
"Pengadilan Distrik Shizuoka, pada 24 Maret, memutuskan Hakamada berhak atas kompensasi sebesar 217.362.500 yen," kata seorang juru bicara pengadilan, seperti dikutip dari AFP, Selasa (25/3/2025).
Pengadilan yang sama pada September 2024 juga memutus Hakamada tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan serta menyebut polisi telah merusak barang bukti. Hakamada juga mengalami interogasi tidak manusiawi, mendapat paksaan dalam membuat pengakuan. Pernyataan itu kemudian ditariknya karena disampaikan di bawah tekanan.
Sementara itu media lokal melaporkan, jumlah kompensasi yang diterima Hakamada merupakan rekor tertinggi.
Meski demikian tim hukum Hakamada mengatakan, uang tersebut tetap tidak cukup untuk menutupi penderitaan yang dialaminya.
Penahanan selama puluhan tahun, dengan ancaman eksekusi yang terus membayangi, berdampak besar pada kesehatan mental Hakamada.
Hakamada merupakan terpidana mati kelima yang menjalani sidang ulang dalam sejarah Jepang. Terpidana pada empat kasus sebelumnya juga dibebaskan dengan kompensasi.
Editor: Anton Suhartono