Pria Gaza Raih Gelar Doktor setelah Pertahankan Disertasi dari Rumahnya yang Hancur akibat Perang
Meskipun menghadapi kondisi yang sulit, termasuk internet dan listrik yang terputus-putus, dia bisa menyelesaikan dan mempertahankan disertasinya, dan akhirnya meraih gelar doktornya.
Qanou, bersama dengan banyak warga Palestina, telah menjalani pengungsian beberapa kali karena serangan tentara Israel ke Kamp Jabalia selama perang yang sedang berlangsung.
"Saya kembali ke Gaza sebelum perang Israel meletus untuk bekerja dan mengamankan sejumlah dana bagi keluarga saya. Orang-orang di sini menghadapi kondisi sulit tanpa pencari nafkah," ujarnya.
"Selama saya tinggal di Gaza, perang meletus, dan saya mendapati diri saya berada di Jalur Gaza utara, mengalami kesulitan dan tragedi yang sama seperti setiap warga Palestina. Rumah saya dibom dan dihancurkan," kata Qanou.
Selama perang, dia pun berhenti mengerjakan tesis doktoralnya untuk sementara waktu. Akan tetapi, tekadnya yang begitu kuat terus mendorong pria itu hingga melanjutkannya sampai akhir.