Presiden Pezeshkian: Menghentikan Program Nuklir Iran Cuma Ilusi
Iran Siap Perang Lagi, tapi Berusaha Menghindari
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menegaskan kesiapan militer Iran untuk kembali menghadapi Israel jika serangan kembali terjadi.
“Kami siap menghadapi setiap aksi militer Israel, dan pasukan kami dalam siaga tempur penuh untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Israel,” ujarnya.
Iran dan Israel sebelumnya terlibat dalam perang singkat selama 12 hari pada Juni 2025, dipicu tuduhan Israel bahwa Iran sedang membangun program senjata nuklir rahasia.
Serangan udara dilancarkan terhadap beberapa situs nuklir utama Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal jarak jauh. Namun Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik, meskipun tidak sepenuhnya mempercayai mekanisme gencatan senjata yang disepakati melalui mediasi AS dan Qatar.
Lebih lanjut, Pezeshkian menyampaikan sekalipun dirinya sepakat dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dia tetap akan mempertahankan program nuklir damai negaranya.